SABAR
AS SHOBRU MINAL IMAN, Sabar adalah setengah dari iman. Sementara setengahnya lagi adalah ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diterima.
Seorang hamba yang mampu memadukan dan menggabungkan sabar dan syukur, maka dia telah menggenggam kebahagiaan sejati dalam hidupnya. Ia akan damai dan tenang untuk hidup dimana saja, karena ia telah menyempurnakan imannya untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.
Dalam Hadits Qudsi Allah berfirman:
Siapa yang tidak bersyukur atas nikmat-Ku. Tidak bersabar atas ujian-Ku. Tidak mau menerima ketetapan-Ku, maka keluarlah dari bumi dan langit-Ku dan carilah Tuhan selain Aku!
Rasululloh membagi kesabaran dalam empat kategori:
- sabar dalam melaksanakan perintah Allah,
- sabar ketika disakiti oleh manusia,
- sabar atas musibah yang menimpa,
- dan sabar dalam kefakiran dan kemiskinan.
Kesabaran adalah cahaya yang menerangi manusia dalam kegelapan.
Sementara, kegelapan adalah musibah yang mengguncang batin dan jiwa.
Para ahli maârifat mendefinisikan kesabaran sebagai:
Menahan diri dari kebencian, menjaga lisan dari keluhan, menjaga anggota tubuh dari perbuatan merusak, dan menjaga hati dari kekufuran.
Orang yang memahami hakikat kesabaran, akan selalu bersikap tenang. Tidak pernah berkeluh-kesah, mencari kambing hitam, apalagi putus asa. Dengan kata lain, implikasi kesabaran akan memancarkan sinar keteduhan, sikap yangtetap bersahaja, dan ucapan santun yang menenangkan jiwa. Bagi orang-orang yang sabar, Allah memberikan reward untuknya. Seorang ulama bernama Abu Ali Ad Daqaaq menyatakan, “Orang-orang yang mampu bersabar telah mendapatkan kemuliaan hidup di dunia dan akhirat. Sebab mereka telah mendapatkan kebersamaan hidup dengan Allah SWT”.
Sebagaimana Allah juga berfirman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu (QS. 2:45). Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).
Allah mencintai orang-orang yang sabar.(QS. 3:146).